Serukan Keberagaman, Jonan Jajal Vespa Bareng Pemuda Muhammadiyah

By Admin

nusakini.com--Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan menyerukkan semangat keberagaman melalui keikutsertaannya membuka Ekspedisi Kebangsaan bersama pemuda Muhammadiyah. Ekspedisi ini akan dijalani dengan mengendarai vespa untuk berkeliling Indonesia mengunjungi tempat-tempat ibadah.  

"Acara ini memang sangat kreatif. Inisiatif yang luar biasa, yaitu safari naik vespa dari Sabang sampai Papua," ujar Jonan usai menjajal vespa keliling Jakarta di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (5/5).

Jonan mengingatkan, pemuda Indonesia semestinya menyadari keberagaman budaya dan keyakinan dalam kehidupan berbangsa. "Ini mengingatkan kita semua, terutama di generasi muda. Kita ini satu bangsa, beragam kultur, beragam keyakinan. Semangatnya tetap satu untuk Indonesia," pesan Jonan. 

Keberagaman, ungkap Jonan, menjadi tantangan bagi generasi penerus dalam proses demokratisasi yang sudah berjalan selama 20 tahun. "Ini adalah tantangan bagi generasi sekarang dan yang akan datang bagaimana memanfaatkan proses demokrasi untuk kemajuan masyarakat," ungkap Jonan. 

Di lain pihak, Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak mengatakan, ekspedisi kebangsaan yang mengusung tema 'Menggembirakan Keberagaman, Memajukan Indonesia' ini dilaksanakan dengan cara melakukan aksi bersih-bersih di tempat ibadah. 

"Kita akan masuk ke rumah ibadah dan akan melakukan bersih-bersih. Banyak anak Vespa yang ikut dan dari beragam agama," sambut Danhil mewakili sambutannya dalam rangka tasyakuran milad atau hari jadi PP Muhammadiyah ke-86. 

Pada gelaran tasyakuran tersebut, sejumlah tokoh nasional juga nampak hadir di antaranya, Ketua Umum PAN yang juga menjabat ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB yang juga menjabat Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar maupun Anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Arteria Dahlan. 

Kehadiran Jonan dinilai sebagai simbol keberagaman di tengah-tengah tokoh muslim nasional untuk menjaga kebersamaan berbangsa. "Semangatnya merawat kebangsaan supaya masyarakat tidak terkotak-kotak," katanya.(p/ab)